Monday, March 19, 2018

Beli Mainan untuk Anak apa Harus Tunggu Momen Tertentu ??



Kalau anak sudah menangis untuk diminta belikan mainan pasti orangtua pun pada harus menuruti kemauan anak tersebut supaya anak tersebut bisa berhenti menangis, Tapi kembali lagi pada keuangan orang tua tersebut apakah dia mampu apa tidak untuk membelikan mainan.

Nah, Penyiar radio  M. Padli, punya cerita nih soal pemberian mainan untuk anak.

"Kalau aku jujur ya kadang-kadang karena I owe time with my kids, jadi kayak utang waktu ke anak jadi aku suka belikan hadiah mainan untuk sebagai tanda maaf karena jarang menemani anak karena sibuk untuk bekerja.

Tapi, M.padli menekankan kalau membeli mainan atau hadiah untuk si kecil harus sesuai kantong. Jangan terlalu maksa dan sering melakukan hal tesebut nanti anak jadi merasa take it for granted yang diberikan untuk dia.

Baca Artikel Menarik Lainnya : KJS : 6 Cara Psikologi Untuk Kids Zaman Now Untuk Menghadapi Kalimat I Hate Monday

Bicara soal pemberian mainan, psikolog anak dari Tiga Generasi Anastasi Satriyo atau Anas bilang ini memang tergantung keputusan orang tua dan nilai yang berlaku di keluarga.

Tapi menurut Ana ada baiknya kita memberi anak mainan ada alasannya. Dengan begitu, anak tahu kalau mainan itu nggak sekadar gitu aja dia dapat, Dan anak pun jadi menghargai mainan yang di peroleh atau dikasih orangtua nya.

Para orang tua dapat memberi jenis mainan yang sesuai dengan jenis kegiatan, usia, dan kemampuan anak untuk mendapatkan hasil yang optimal hingga tahap krusial perkembangan anak.
Orang tua juga harus sering membelikan mainan tradisional supaya si anak mengetahui mainan tradisional yang tidak kalah kerennya.

"Permainan tradisional itu penting untuk melatih sensoris dan motorik anak. Karena pondasi belajar anak di 5-7 tahun pertama kehidupannya adalah belajar melalui indra dari apa yang dilihat, didengar, diraba, dirasa. Nah, permainan tradisional sangat mengakomodir kebutuhan-kebutuhan sensoris," Ujar Anas.

Apalagi ketika anak sering memainkan real games alias mainan nyata, intensitas anak main gadget juga berkurang lho.

No comments:

Post a Comment